Selamat Datang

Selamat Pagi Teman, Semoga Kita Selalu Di Berikan Kesehatan Semangat Kesuksesan dan Keberuntungan - Rikky Suryadi.

Kandang, Cage, Gex, Terrarium.

Menjual Beraneka Kandang, Cage, Gex, Terrarium, dan lain-lain. Bila Ada Pertanyaan Langsung saja sms ke 0852 6668 2211 atau invite PIN BB 27fcb90c - Rikky Suryadi.

Accessories Hamster Mini dan Lain-Lain

Menjual Beraneka Accessories Hamster, mulai dari Jogging Biasa, Jogging Ball, Vitamin, Kuaci, dll. Bila Ada Pertanyaan Langsung saja sms ke 0852 6668 2211 atau invite PIN BB 27fcb90c - Rikky Suryadi

Campbell, Roborosky, Winter White

Menjual Beraneka Jenis Hamster Mini. Menerima order Luar Kota(partai) . Bila Ada Pertanyaan Langsung saja sms ke 0852 6668 2211 atau invite PIN BB 27fcb90c - Rikky Suryadi

Hamster Disini Hanyalah Hamster Yang Terbaik dan Pastinya Jinak.

Bila Ada Pertanyaan Langsung saja sms ke 0852 6668 2211 atau invite PIN BB 27fcb90c - Rikky Suryadi

Tampilkan postingan dengan label Cupang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cupang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 November 2013

MAKANAN SEGAR KESUKAAN CUPANG

Sobat RHR, kali ini saya bakal berbagi info lagi nih tentang cupang. Lebih tepatnya yaitu tentang makanan yang disukai oleh cupang. Buat yang baru aja mau atau sudah memelihara cupang, semoga informasi ini bermanfaat deh buat kalian. Hehehe...

Cacing Darah
Cacing ini biasa disebut juga blood worm Namanya memang cacing darah, tapi ternyata itu bukan asli cacing, sobat RHR! Cacing darah ini ternyata merupakan larva jenis nyamuk Chironomus sp. Biasanya larva ini dijual dalam bentuk beku. Mungkin karena bentuknya yang seperti cacing dan warnanya yang merah seperti darah, akhirnya banyak yang menamakannya sebagai cacing darah.


 Cacing darah ini memiliki protein yang tinggi, namun si cupang kurang menyukainya. "Lho kok?" Karena si cacing ini sudah mati sehingga si cupang tidak bernafsu untuk memakannya. Cacing ini juga memiliki kekurangan sobat RHR. Cacing darah ini ternyata sulit dicerna bagi si cupang, sehingga membuat perutnya membuncit.

Artemia
Artemia itu termasuk udang primitif yang terbentuk melalui proses metamorfosis ketika mereka bebas berenang. Artemia ini dapat dijadikan makanan bagi ikan cupang. Pemberian artemia kepada ikan cupang ini harus sesuai takaran, karena apabila kelebihan dosis akan menyebabkan kematian pada cupang. Sebelum diberi ke cupang buat disantap, artemia harus dibilas terlebih dulu agar kadar garamnya berkurang, karena habitat artemia ini adalah laut.




Jentik Nyamuk
Si jentik nyamuk yang merupakan salah satu bagian dari metamorfosis nyamuk. Jentik nyamuk ini biasanya ada di genangan-genangan air yang terbuka. Nyamuk biasanya akan bertelur di genangan air tersebut, kemudian telurnya akan menentas menjadi jentik nyamuk. Jentik nyamuk ini jika dibiarkan maka akan bermetamorfosis menjadi nyamuk dewasa, sobat blogger.


Jentik nyamuk ini biasanya diberikan pada ikan cupang remaja hingga dewasa. Jentik nyamuk ini mengandung banyak protein yang baik untuk cupang. Tapi, hati-hati dalam memberi makan cupang dengan jentik nyamuk, tidak boleh kebanyakan. Karena kalo kebanyakan jentiknya banyak yang tidak termakan dan malah akan berubah menjadi nyamuk dewasa.

Cacing Sutera
Si cacing ini umumnya banyak ditemukan di parit, selokan, ataupun bantaran sungai. Penujual ikan banyak yang menjual cacing ini dan harganya relatif murah. Cacing sutera ini sebaiknya diberikan pada cupang remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan ataupun benih yang sudah berumur beberapa bulan. Jangan pernah memberi makan cupang indukan, terlebih lagi yang sedang dipersiapkan untuk dikawinkan, karena dapat mengganggu proses pengeluaran telur.


 Ada beberapa tips nih buat sobat RHR yang ingin memberi makan cupangnya cacing sutera. Sebelum si cacing dijadikan mangsa oleh si cupang, sebaiknya cacing ini dibilas terlebih dahulu dan direndam dengan cairan penghilang parasit seperi metilen blue ataupun PK. Mengapa demikian? Karena si cacing ini asalnya hidup di alam bebas yang memiliki habitat yang kurang bersih, sehingga biasanya banyak parasit yang ikut terbawa bersama cacing yang tentunya dapat membahayakan kesehatan si cupang.

Microworms
Cacing ini berwarna krem atau putih. Microworm adalah makanan alami yang cocok bagi si cupang dalam segala usia, terutama bagi bayi-bayi cupang. Anak cupang yang berumur 3 sampai 10 hari merupakan saat dimana mereka membutuhkan asupan makanan dari luar karena cadangan kuning telurnya yang sudah habis. Karena ukuran micoworms yang sangat kecil ini sehingga dapat dimakan oleh makan cupang tersebut.


Microworms ini juga mudah dibudidayakan lho, sobat blogger! Kita sendiri dapat membudidayakannya. Hanya membutuhkan wadah kecil untuk berkembang biak dan satu kali memberikan starter microworms, maka kita bakal punya cadangan makanan alami ini selamanya. Pemberian makanan ini pada bayi-bayi cupang akan mempercepat pertumbuhan cupang, meningkatkan kecerahan warna, dan kesehatan dari si bayi cupang tersebut.

Kutu Air
Kutu air merupakan hewan yang sangat kecil yang sulit terlihat dengan kasa mata. Kutu air ini sangat cocok untuk dijadikan makanan bayi-bayi cupang yang sudah menetas kurang dari 4 hari. Ikan cupang dewasa ternyata juga sangat menyukai makanan bayi-bayi cupang ini. Kutu air sangat baik diberikan pada bayi-bayi cupang karena mudah dicerna dan mengandung banyak protein yang sangat bagus untuk mempercepat pertumbuhan bayi cupang.


 Kutu air ini dapat dibeli di tukang ikan, namun harganya cukup mahal karena ketersediannya yang terbatas. Kutu air ini cukup sulit ditemukan di alam dan budidayanya juga cukup sulit, sehingga ketersediannya pun menjadi terbatas. (IYP)

Sumber: 
Susanto H. 1991. Memelihara Ikan Cupang. Tangerang: Kanisius

Makanan Segar Kesukaan Cupang

Sobat RHR, kali ini saya bakal berbagi info lagi nih tentang cupang. Lebih tepatnya yaitu tentang makanan yang disukai oleh cupang. Buat yang baru aja mau atau sudah memelihara cupang, semoga informasi ini bermanfaat deh buat kalian. Hehehe...

Cacing Darah
Cacing ini biasa disebut juga blood worm Namanya memang cacing darah, tapi ternyata itu bukan asli cacing, sobat RHR! Cacing darah ini ternyata merupakan larva jenis nyamuk Chironomus sp. Biasanya larva ini dijual dalam bentuk beku. Mungkin karena bentuknya yang seperti cacing dan warnanya yang merah seperti darah, akhirnya banyak yang menamakannya sebagai cacing darah.


 Cacing darah ini memiliki protein yang tinggi, namun si cupang kurang menyukainya. "Lho kok?" Karena si cacing ini sudah mati sehingga si cupang tidak bernafsu untuk memakannya. Cacing ini juga memiliki kekurangan sobat RHR. Cacing darah ini ternyata sulit dicerna bagi si cupang, sehingga membuat perutnya membuncit.

Artemia
Artemia itu termasuk udang primitif yang terbentuk melalui proses metamorfosis ketika mereka bebas berenang. Artemia ini dapat dijadikan makanan bagi ikan cupang. Pemberian artemia kepada ikan cupang ini harus sesuai takaran, karena apabila kelebihan dosis akan menyebabkan kematian pada cupang. Sebelum diberi ke cupang buat disantap, artemia harus dibilas terlebih dulu agar kadar garamnya berkurang, karena habitat artemia ini adalah laut.




Jentik Nyamuk
Si jentik nyamuk yang merupakan salah satu bagian dari metamorfosis nyamuk. Jentik nyamuk ini biasanya ada di genangan-genangan air yang terbuka. Nyamuk biasanya akan bertelur di genangan air tersebut, kemudian telurnya akan menentas menjadi jentik nyamuk. Jentik nyamuk ini jika dibiarkan maka akan bermetamorfosis menjadi nyamuk dewasa, sobat blogger.


Jentik nyamuk ini biasanya diberikan pada ikan cupang remaja hingga dewasa. Jentik nyamuk ini mengandung banyak protein yang baik untuk cupang. Tapi, hati-hati dalam memberi makan cupang dengan jentik nyamuk, tidak boleh kebanyakan. Karena kalo kebanyakan jentiknya banyak yang tidak termakan dan malah akan berubah menjadi nyamuk dewasa.

Cacing Sutera
Si cacing ini umumnya banyak ditemukan di parit, selokan, ataupun bantaran sungai. Penujual ikan banyak yang menjual cacing ini dan harganya relatif murah. Cacing sutera ini sebaiknya diberikan pada cupang remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan ataupun benih yang sudah berumur beberapa bulan. Jangan pernah memberi makan cupang indukan, terlebih lagi yang sedang dipersiapkan untuk dikawinkan, karena dapat mengganggu proses pengeluaran telur.


 Ada beberapa tips nih buat sobat RHR yang ingin memberi makan cupangnya cacing sutera. Sebelum si cacing dijadikan mangsa oleh si cupang, sebaiknya cacing ini dibilas terlebih dahulu dan direndam dengan cairan penghilang parasit seperi metilen blue ataupun PK. Mengapa demikian? Karena si cacing ini asalnya hidup di alam bebas yang memiliki habitat yang kurang bersih, sehingga biasanya banyak parasit yang ikut terbawa bersama cacing yang tentunya dapat membahayakan kesehatan si cupang.


Microworms
Cacing ini berwarna krem atau putih. Microworm adalah makanan alami yang cocok bagi si cupang dalam segala usia, terutama bagi bayi-bayi cupang. Anak cupang yang berumur 3 sampai 10 hari merupakan saat dimana mereka membutuhkan asupan makanan dari luar karena cadangan kuning telurnya yang sudah habis. Karena ukuran micoworms yang sangat kecil ini sehingga dapat dimakan oleh makan cupang tersebut.


Microworms ini juga mudah dibudidayakan lho, sobat blogger! Kita sendiri dapat membudidayakannya. Hanya membutuhkan wadah kecil untuk berkembang biak dan satu kali memberikan starter microworms, maka kita bakal punya cadangan makanan alami ini selamanya. Pemberian makanan ini pada bayi-bayi cupang akan mempercepat pertumbuhan cupang, meningkatkan kecerahan warna, dan kesehatan dari si bayi cupang tersebut.

Kutu Air
Kutu air merupakan hewan yang sangat kecil yang sulit terlihat dengan kasa mata. Kutu air ini sangat cocok untuk dijadikan makanan bayi-bayi cupang yang sudah menetas kurang dari 4 hari. Ikan cupang dewasa ternyata juga sangat menyukai makanan bayi-bayi cupang ini. Kutu air sangat baik diberikan pada bayi-bayi cupang karena mudah dicerna dan mengandung banyak protein yang sangat bagus untuk mempercepat pertumbuhan bayi cupang.


 Kutu air ini dapat dibeli di tukang ikan, namun harganya cukup mahal karena ketersediannya yang terbatas. Kutu air ini cukup sulit ditemukan di alam dan budidayanya juga cukup sulit, sehingga ketersediannya pun menjadi terbatas. (IYP)


Sumber: 
Susanto H. 1991. Memelihara Ikan Cupang. Tangerang: Kanisius

MEMELIHARA CUPANG, MUDAH DAN MENYENANGKAN

Hoy! Hoy! Hoooy!!! Sobat RHR! Apa kabar nih??? Sehat-sehat aja kan pastinya? Amiinnnn... Sobat, ada yang pernah atau lagi memelihara cupang? Pasti tau kan ikan cantik yang satu ini. Kali ini saya akan berbagi info tentang cupang nih... Mau tau ga apa aja infonya? Kalo mau tau, silakan disimak ya...

Ikan cupang punya nama latin Betta sp. Arti dari kata “betta" ini adalah “gemerlap”, nah pas banget kan sama penampilan ikannya? Ikan cupang ini sebenernya bukan asli ikan Indonesia, sobat RHR. Ikan cupang ini pertama kali ditemukan di daerah Thailand, Malaysia atau Asia Tenggara. Ikan ini banyak ditemukan di selokan-selokan dan kolam-kolam, baik yang mengalir maupun yang menggenang.



Ikan cupang ini adalah ikan yang gampang banget adaptasi sama lingkungan di sekitarnya. Ikan ini juga hidup dalam kesederhanaan lho, sobat RHR. Kenapa saya bilang gitu? Ikan ini ga perlu “rumah yang besar nan mewah” untuk tempat hidupnya. Ikan ini mau banget kok kalo disuruh tinggal di tempat-tempat yang sempit, seperti botol, stoples, baskom, gelas Aqua, dan wadah-wadah kecil lainnya. Ikan ini cuma butuh wadah kecil dan air kok untuk rumahnya, ga perlu ditambah oksigen segala. Tuh kan, sederhana banget kan?


Jika kita ingin mengawinkan cupang kita, maka ukuran tubuh ikan jantan yang digunakan harus lebih besar daripada si betina dan si jantan harus lebih galak dari betina. Selain itu jika ingin mengawinkan, kawinkanlah cupang yang berjenis sama, misalnya cupang halfmoon jantan dikawinkan dengan cupang halfmoon betina. Minimal umur induk yang akan dikawinkan berumur 5 bulan. Induk betina yang akan dikawinkan memiliki ciri-ciri perut yang membuncit (bukan karena habis makan) dan yang jantan sudah membuat busa yang cukup banyak.


Oke sobat RHR, setelah memilih induk yang sesuai dengan kriteria, saatnya menyiapkan tempat untuk mereka bertelur. Wadah yang digunakan bisa berupa akuarium ataupun baskom yang diisi air dengan ketinggian 8 sampai 12 cm. Oh iya, jangan lupa air yang digunakan diendapkan terlebih dahulu minimal selama 2 hari. Selanjutnya masukkan tanam air seperti selada air. Fungsinya ialah untuk tempat cupang jantan meletakkan busa-busanya dan melindungi busa tersebut dari angin dan guncangan.

Ga susah kok memelihara cupang itu. Yang paling dibutuhkan adalah ketelatenan dan keuletan kita dalam merawat cupang tersayang. Seperti yang sering admin bilang, “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Kalo ikan kita sudah kadung sakit, maka akan sulit untuk menyembuhkannya kembali, bahkan ada kemungkinan untuk mati. Jika penyakit sudah diketahui sejak dini, maka peluang untuk disembuhkannya cukup besar.  



Kondisi air air harus dibuat sesuai dengan lingkungan asli tempat hidup si cupang. Tujuannya ialah agar si cupang merasa nyaman dan mudah untuk beradaptasi. Parameter air yang sesuai untuk tempat hidup si cupang ialah memiliki pH berada pada kisaran 6.2-7.5, kadar mineral terlarut dalam air (hardness) 5-12 hd, serta temperatur antara 24-27 derajat celcius. Agar kualitas air tetap terjaga, sobat RHR harus rajin untuk mengganti air akuarium atau kolam dari tempat hidup si cupang. Air yang diganti kurang lebih seperempat atau setengah dari air kolam setiap minggunya. Oh iya, jangan lupa selalu membuang kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam atau akuarium dengan cara siphon (menyedot kotoran dengan selang). Jika kotoran dibiarkan mengendap di dasar, maka kotoran tersebut akan menjadi amoniak. Amoniak ini dapat menurunkan kualitas air kolam dan menyebabkan ikan jadi sakit (IYP).

Sumber:
www.allaboutbettacupang.blogspot.com 

BERBAGAI SPESIES IKAN CUPANG

Hoy sobat RHR! Piye kabare???
Sobat RHR, pada postingan kali ini, saya bakal berbagi info tentang jenis-jenis ikan cupang. Pasti udah ga sabar kan pengen tau lebih lanjut tentang si ikan petarung yang satu ini? Silakan disimak ya...

Sobat RHR, ikan cupang dikenal sebagai ikan petarung ternyata sudah dikenal ratusan tahun yang lalu. Ikan ini dikenal sebagai ikan yang suka duel, terutama jika bertemu sesama ikan jantan. Huumm... Sobat RHR, tau ga kenapa ikan ini dinamakan ikan “cupang”? Hayooo! Siapa yang tau? Oke, saya kasih tau deh, Katanya sih, nama “cupang” ini diberikan oleh masyarakat Betawi. “Nah lho! Kok bisa?” Masyarakat Betawi memberi nama “cupang” pada ikan ini karena kebiasaannya yang suka diadu dan terlihat seperti saling memangut (cupang) dengan gesitnya. Hehehe... Ada-ada aja ya?

Gambar cupang berantem

Oh iya, ternyata nih ya, ikan cupang tuh ada banyak jenisnya lho! Ikan cupang tuh terdiri dari 16 spesies! Wuidiih! Banyak banget ya? Pasti pada penasaran dong kaya gimana sih penampilan dari 16 spesies itu? Yuk kita liat bareng-bareng gambarnya di bawah ini.

Betta brederi

Betta albimarginata

Betta bellica

Betta akarensis

Betta rubra

Betta splendens

Betta imbellis

Betta macrostoma

Betta patoti

Betta picta

Betta pugnax

Betta smaragdina

Betta taeniata

Betta unimaculata


Tuh... Cantik-cantik kan cupangnya? Hayo! Dari sekian banyak cupang yang cantik, spesies mana nih yang paling sering sobat liat? Kalo saya sih, kebanyakan sering liatnya yang spesies Betta splendens. Hehehe... (IYP).

Sumber:
Susanto H. 1991. Memelihara Ikan Cupang. Tangerang: Kanisius
www.plantedtank.net
www.ibcbettas.org
www.alessio.pointnet.eu
www.seriouslyfish.com

Berbagai Species Cupang

Hoy sobat RHR! Piye kabare???
Sobat RHR, pada postingan kali ini, saya bakal berbagi info tentang jenis-jenis ikan cupang. Pasti udah ga sabar kan pengen tau lebih lanjut tentang si ikan petarung yang satu ini? Silakan disimak ya...

Sobat RHR, ikan cupang dikenal sebagai ikan petarung ternyata sudah dikenal ratusan tahun yang lalu. Ikan ini dikenal sebagai ikan yang suka duel, terutama jika bertemu sesama ikan jantan. Huumm... Sobat RHR, tau ga kenapa ikan ini dinamakan ikan “cupang”? Hayooo! Siapa yang tau? Oke, saya kasih tau deh, Katanya sih, nama “cupang” ini diberikan oleh masyarakat Betawi. “Nah lho! Kok bisa?” Masyarakat Betawi memberi nama “cupang” pada ikan ini karena kebiasaannya yang suka diadu dan terlihat seperti saling memangut (cupang) dengan gesitnya. Hehehe... Ada-ada aja ya?

Gambar cupang berantem

Oh iya, ternyata nih ya, ikan cupang tuh ada banyak jenisnya lho! Ikan cupang tuh terdiri dari 16 spesies! Wuidiih! Banyak banget ya? Pasti pada penasaran dong kaya gimana sih penampilan dari 16 spesies itu? Yuk kita liat bareng-bareng gambarnya di bawah ini.

Betta brederi

Betta albimarginata

Betta bellica

Betta akarensis

Betta rubra

Betta splendens

Betta imbellis

Betta macrostoma

Betta patoti

Betta picta

Betta pugnax

Betta smaragdina

Betta taeniata

Betta unimaculata


Tuh... Cantik-cantik kan cupangnya? Hayo! Dari sekian banyak cupang yang cantik, spesies mana nih yang paling sering sobat liat? Kalo saya sih, kebanyakan sering liatnya yang spesies Betta splendens. Hehehe... (IYP).

Sumber:
Susanto H. 1991. Memelihara Ikan Cupang. Tangerang: Kanisius
www.plantedtank.net
www.ibcbettas.org
www.alessio.pointnet.eu
www.seriouslyfish.com

Selasa, 22 Oktober 2013

TIPS-TIPS AGAR CUPANG TERHINDAR DARI PENYAKIT

Sobat blogger, gimana nih kabar cupangnya? Semoga sehat-sehat aja ya. Masih tentang cupang nih sobat blogger. Buat sobat blogger, inget postingan admin tentang penyakit cupang yang kemarin kan? Nah, jangan sampe deh cupang sobat blogger terkena penyakit kaya gitu. Supaya cupang-cupangnya terhindar dari penyakit, admin punya tips-tips nih agar cupangnya tetap sehat dan segar bugar. Mau tau ga? Langsung aja deh disimak.

Sobat blogger, ga susah kok memelihara cupang itu. Yang paling dibutuhkan adalah ketelatenan dan keuletan kita dalam merawat cupang tersayang. Seperti yang sering admin bilang, “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Kalo ikan kita sudah kadung sakit, maka akan sulit untuk menyembuhkannya kembali, bahkan ada kemungkinan untuk mati. Jika penyakit sudah diketahui sejak dini, maka peluang untuk disembuhkannya cukup besar.   



Agar ikan cupang tetap sehat dan bugar, yang paling harus diperhatikan adalah kualitas air tepat si cupang hidup. “kenapa kualitas air?” Karena disitulah tempat mereka makan, beraktivitas, buang kotoran, dan lainnya. Bayangkan jika kondisi air dibiarkan kotor, maka pasti si cupang akan terkena berbagai penyakit.

Kondisi air air harus dibuat sesuai dengan lingkungan asli tempat hidup si cupang. Tujuannya ialah agar si cupang merasa nyaman dan mudah untuk beradaptasi. Parameter air yang sesuai untuk tempat hidup si cupang ialah memiliki pH berada pada kisaran 6.2-7.5, kadar mineral terlarut dalam air (hardness) 5-12 hd, serta temperatur antara 24-27 derajat celcius.

Agar kualitas air tetap terjaga, sobat blogger harus rajin untuk mengganti air akuarium atau kolam dari tempat hidup si cupang. Air yang diganti kurang lebih seperempat atau setengah dari air kolam setiap minggunya. Oh iya, jangan lupa selalu membuang kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam atau akuarium dengan cara siphon (menyedot kotoran dengan selang). Jika kotoran dibiarkan mengendap di dasar, maka kotoran tersebut akan menjadi amoniak. Amoniak ini dapat menurunkan kualitas air kolam dan menyebabkan ikan jadi sakit.


 Sobat blogger, jangan sembarangan memberi makanan ikan pada cupang. Ukuran makanan ikan harus sesuai dengan ukuran mulut cupang agar cupang dapat memakannya dengan mudah. Jika ukuran makanannya kebesaran, maka cupang akan enggan memakannya. Akibatnya makanan ikan yang tidak termakan tersebut akan menumpuk di dasar dan akan menurunkan kualitas air. Jika ingin memberikan pakan alami seperti cacing sutera, cucilah terlebih dahulu pakan tersebut. Rendam pula dengan metilen blue selama beberapa menit. “Kenapa ribet banget sih? Kenapa ga langsung dikasih aja?” Sobat blogger, biasanya pada makanan alami yang kita beli banyak parasit yang ikut terbawa. Parasit itu biasanya berasal dari tempat kultur cacing yang tidak bersih. Agar parasit itu tidak menyebabkan penyakit pada cupang kesayangan kita, maka harus kita bersihkan terlebih dahulu.


Oh iya, sobat blogger. Pakan atau makanan yang diberikan pada ikan cupang kalau bisa yang bersifat lunak. Tujuannya untuk menjaga gigi si cupang agar tidak rusak. Makanan sebaiknya diberikan pada waktu pagi dan sore hari. Sobat blogger harus perhatiin ketika cupangnya makan. Makanan cupang harus habis dalam waktu 20 menit, jika tidak habis maka segera keluarkan dari akuarium atau kolam. Tujuannya agar makanan tidak terjatuh ke dasar kolam dan menumpuk di dasar.

Oke deh sobat blogger, itulah tips-tips yang bisa admin berikan. Ingat! Selalu jaga kesehatan cupang peliharaan kita. Selalu pantau kualitas air dari tempat hidup si cupang ini. Jika terjadi gejala penyakit, segeralah karantina si cupang agar tidak menular ke ikan lainnya, dan segera obati agar cupang kesayangan sobat cepat sembuh (IYP).

Sumber :

TIPS-TIPS AGAR CUPANG TERHINDAR DARI PENYAKIT

Sobat blogger, gimana nih kabar cupangnya? Semoga sehat-sehat aja ya. Masih tentang cupang nih sobat blogger. Buat sobat blogger, inget postingan admin tentang penyakit cupang yang kemarin kan? Nah, jangan sampe deh cupang sobat blogger terkena penyakit kaya gitu. Supaya cupang-cupangnya terhindar dari penyakit, admin punya tips-tips nih agar cupangnya tetap sehat dan segar bugar. Mau tau ga? Langsung aja deh disimak.

Sobat blogger, ga susah kok memelihara cupang itu. Yang paling dibutuhkan adalah ketelatenan dan keuletan kita dalam merawat cupang tersayang. Seperti yang sering admin bilang, “lebih baik mencegah daripada mengobati”. Kalo ikan kita sudah kadung sakit, maka akan sulit untuk menyembuhkannya kembali, bahkan ada kemungkinan untuk mati. Jika penyakit sudah diketahui sejak dini, maka peluang untuk disembuhkannya cukup besar.   



Agar ikan cupang tetap sehat dan bugar, yang paling harus diperhatikan adalah kualitas air tepat si cupang hidup. “kenapa kualitas air?” Karena disitulah tempat mereka makan, beraktivitas, buang kotoran, dan lainnya. Bayangkan jika kondisi air dibiarkan kotor, maka pasti si cupang akan terkena berbagai penyakit.

Kondisi air air harus dibuat sesuai dengan lingkungan asli tempat hidup si cupang. Tujuannya ialah agar si cupang merasa nyaman dan mudah untuk beradaptasi. Parameter air yang sesuai untuk tempat hidup si cupang ialah memiliki pH berada pada kisaran 6.2-7.5, kadar mineral terlarut dalam air (hardness) 5-12 hd, serta temperatur antara 24-27 derajat celcius.

Agar kualitas air tetap terjaga, sobat blogger harus rajin untuk mengganti air akuarium atau kolam dari tempat hidup si cupang. Air yang diganti kurang lebih seperempat atau setengah dari air kolam setiap minggunya. Oh iya, jangan lupa selalu membuang kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam atau akuarium dengan cara siphon (menyedot kotoran dengan selang). Jika kotoran dibiarkan mengendap di dasar, maka kotoran tersebut akan menjadi amoniak. Amoniak ini dapat menurunkan kualitas air kolam dan menyebabkan ikan jadi sakit.


 Sobat blogger, jangan sembarangan memberi makanan ikan pada cupang. Ukuran makanan ikan harus sesuai dengan ukuran mulut cupang agar cupang dapat memakannya dengan mudah. Jika ukuran makanannya kebesaran, maka cupang akan enggan memakannya. Akibatnya makanan ikan yang tidak termakan tersebut akan menumpuk di dasar dan akan menurunkan kualitas air. Jika ingin memberikan pakan alami seperti cacing sutera, cucilah terlebih dahulu pakan tersebut. Rendam pula dengan metilen blue selama beberapa menit. “Kenapa ribet banget sih? Kenapa ga langsung dikasih aja?” Sobat blogger, biasanya pada makanan alami yang kita beli banyak parasit yang ikut terbawa. Parasit itu biasanya berasal dari tempat kultur cacing yang tidak bersih. Agar parasit itu tidak menyebabkan penyakit pada cupang kesayangan kita, maka harus kita bersihkan terlebih dahulu.


Oh iya, sobat blogger. Pakan atau makanan yang diberikan pada ikan cupang kalau bisa yang bersifat lunak. Tujuannya untuk menjaga gigi si cupang agar tidak rusak. Makanan sebaiknya diberikan pada waktu pagi dan sore hari. Sobat blogger harus perhatiin ketika cupangnya makan. Makanan cupang harus habis dalam waktu 20 menit, jika tidak habis maka segera keluarkan dari akuarium atau kolam. Tujuannya agar makanan tidak terjatuh ke dasar kolam dan menumpuk di dasar.

Oke deh sobat blogger, itulah tips-tips yang bisa admin berikan. Ingat! Selalu jaga kesehatan cupang peliharaan kita. Selalu pantau kualitas air dari tempat hidup si cupang ini. Jika terjadi gejala penyakit, segeralah karantina si cupang agar tidak menular ke ikan lainnya, dan segera obati agar cupang kesayangan sobat cepat sembuh (IYP).

Sumber :