Selamat Datang

Selamat Pagi Teman, Semoga Kita Selalu Di Berikan Kesehatan Semangat Kesuksesan dan Keberuntungan - Rikky Suryadi.

Kandang, Cage, Gex, Terrarium.

Menjual Beraneka Kandang, Cage, Gex, Terrarium, dan lain-lain. Bila Ada Pertanyaan Langsung saja sms ke 0852 6668 2211 atau invite PIN BB 27fcb90c - Rikky Suryadi.

Accessories Hamster Mini dan Lain-Lain

Menjual Beraneka Accessories Hamster, mulai dari Jogging Biasa, Jogging Ball, Vitamin, Kuaci, dll. Bila Ada Pertanyaan Langsung saja sms ke 0852 6668 2211 atau invite PIN BB 27fcb90c - Rikky Suryadi

Campbell, Roborosky, Winter White

Menjual Beraneka Jenis Hamster Mini. Menerima order Luar Kota(partai) . Bila Ada Pertanyaan Langsung saja sms ke 0852 6668 2211 atau invite PIN BB 27fcb90c - Rikky Suryadi

Hamster Disini Hanyalah Hamster Yang Terbaik dan Pastinya Jinak.

Bila Ada Pertanyaan Langsung saja sms ke 0852 6668 2211 atau invite PIN BB 27fcb90c - Rikky Suryadi

Tampilkan postingan dengan label Info Kura-Kura. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kura-Kura. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Mei 2014

Kandang Kura kura




.Letak

- usahakan ada sinar matahari pagi yang masuk melewati ½ bagian dari lantai kandang, kura-kura suka sekali berjemur

- pastikan kandang aman dari anjing, kucing atau tikus



.Konstruksi kandang dan perlengkapan

- alas kandang yang terbaik adalah semen,karpet tanpa bulu, lantai keramik / licin sebaiknya dihindari digunakan pada kura kecil.

Dilarang menggunakan pasir atau serabut kayu hamster

- kandang untuk sekor kura 10cm minimal 60X40X15cm, (tempat donat plastik beli diMAKRO). Aquarium tidak disarankan untuk memelihara kura darat karena kurang sirkulasi udara dan rawan kelembaban tinggi

- gunakan alas gelas untuk tempat makanan

- lampu pijar 15 watt dapat digunakan pada malam hari, khususnya pada musim penghujan untuk mencegah pilek, kura kecil < 5 cm wajib disinari 24jam ( jaga jarak lampu)

Jenis dan Macam - Macam Kura - Kura



Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Subphylum: Vertebrata
Class: Reptilia
Order: Testudine





A3. Family: Chelydridae (Common Snapping Turtle, dan Alligator Snapping Turtle)


A4. Family: Dermatemydidae (White Turtle).


A5. Family: Dermochelyidae (Leatherback Turtle): hidup di Jawa, Bali, Sumatera, Papua. Hanya ada satu jenis suku penyu ini yaitu penyu belimbing (Dermochelys coriacea).


A6. Family: Emydidae (Kura-kura air tawar): yang banyak ditemukan di Indonesia adalah kura-kura telinga merah (Trachemys scripta).



A7. Family: Geoemydidae (Keluarga Testudinae terbesar)

A7.3. Genus: Coura
Species: Coura amboinensis


A7.4. Genus: Callagur
Species: Callagur borneoensis (Critically Endangered)


A7.5. Genus: Geoemyda
Species: Geoemyda spengleri


A7.6. Genus: Heosemys
Species: Heosemys spinosa
(Endangered)


A7.7. Genus: Malayemys
Species: Malayemys Subtrijuga (Vulnerable)


A7.8. Genus: Notochelys
Species: Notochelys platynota (Kura Pipih – Vulnerable)


A7.9. Genus: Orlitia
Species: Orlitia borneensis (Endangered)


A7.10. Genus: Siebenrockiella
Species: Siebenrockiella crassicollis
(Vulnerable)


A7.11. Genus: Leucocephalon
Species: Leucocephalon yuwonoi (Sulawesi Forest Turtle (Critically Endangered):hanya ada di Indonesia.


A7.12. Genus: Hieremys
/ Species: Hieremys annandalii (The Yellow-headed Temple Turtle)


A8. Family: Kinosternidae: Kura-kura air tawar.

A9. Family: Platysternidae - (The Big-headed Turtle): kura-kura pemanjat pohon.



A10. Family: Testudinidae (Tortoise / Kura-kura Darat)
Kura-kura yang masuk dalam famili ini-lah yang seringkali disebut sebagai kura-kura darat sejati, karena hidup sepenuhnya di darat. Kura-kura dari famili ini juga dikenal sebagai kura-kura yang bisa berumur panjang, dan berbadan raksasa. Berikut ini adalah dua jenis kura-kura darat asal Indonesia.


A10.1. Genus: Manouria
Species: Manouria emys (Baning coklat) Berasal dari Sulawesi.


A10.2. Genus: Indotestudo
Species: Indotestudo forstenii (Baning Sulawesi) Berasal dari di Sulawesi.


A11. Family: Trionychidae (Soft-shell Turtles / Labi-labi)
A11.1. Genus: Amyda
Species: Amyda cartilaginea (Bulus) (Vulnerable). Ini dia asal kata ’si akal bulus’ berasal.


A11.2. Genus: Dogania
Species: Dogania Sublana (labi-labi hutan)


A11.3. Genus: Chitra
Species: Chitra chitra (labi-labi bintang) (Critically Endangered)


A11.4. Genus: Pelochelys
Species: Pelochelys bibroni (labi-labi Irian – Vulnerable)

Species: Pelochelys cantorii (labi-labi raksasa – Endangered)


B. SUBORDER: Pleurodira
B1. Family: Chelidae (Kura-kura Leher Ular): Berleher panjang, kepalanya tidak dapat dimasukkan ke dalam cangkang, banyak terdapat di Indonesia bagian Timur, terutama Irian Jaya.


B1.1. Genus: Chelodina (lihat: chelodinae.com)

Species: Chelodina novaeguineae
Species: Chelodina siebenrocki
Species: Chelodina reimanni (Reimann’s Snake-necked Turtle): hanya ada di Indonesia.
Species: Chelodina mccordi (Roti Island Snake-necked Turtle – Critically Endangered): berasal dari Roti Island

Species: Chelodina parkeri (Parker’s Snake-necked Turtle – Vulnerable)

B1.2. Genus: Elseya
Species: Elseya novaeguineae
Species: Elseya branderhorstii (Vulnerable): hanya ada di Indonesia
Species: Elseya schultzei

B1.3. Genus: Emydura
Species: Emydura subglobosa




B2. Family: Pelomedusidae. Anggota suku ini merupakan kura-kura air tawar. Kura-kura ini hidup di Amerika Selatan, Afrika dan Madagaskar dan tidak ditemukan di Indonesia.

update:

water dragon
water dragon, yang konon di kabarkan bersarang di antartika dan sebagian berada di daratan es di greenland. walaupun di sebut naga air namun berbentuk seperti kura-kura, menurut pada ahli dragonologi, kura-kura adalah jenis evolusi trakhir dari naga laut.


Ciri-Ciri Fisik Kura-Kura dan Menentukan Jenis Kelamin

Semua tulisan ini merupakan terjemahan dariRedearslider.com, Gambar dan foto2nya juga milik Redearslider.com (kecuali yang ada label blog ini).
This post is translated from Redearslider.com, the pictures are also from Redearslider.com (except those with my label) , I don’t own copyright for this post. My intention is only to help my fellow turtle lovers from Indonesia who don’t understand English very well.
Keterangan: Kame: kura2 pertama saya; Kroten: kura2 kedua saya.
Ciri-ciri fisik kura-kura
Red Ear Slider sangat mudah dikenali karena adanya garis merah dikepalanya, garis tersebut dianggap seolah2 telinga si kura2 sehingga namanya menjadi Red Ear (telinga merah) Slider. Sebenarnya, garis merah tersebut bukanlah telinganya. Telinga kura2 berbentuk garis melingkar dibawah garris merah tersebut. Untuk lebih jelasnya, silakan liat di tulisan berjudal Ada Apa di Kepala Kura-Kura.
Bagian cangkang kura2 disebut Karapas dan Plastron. Karapas adalah bagian atas cangkang dan Plastron adalah bagian bawah cangkang. Bagian2 tersebutpun dibagi lagi menjadi beberapa nama. Lihat pada gambar di bawah.
Copyright belongs to redearslider.com
Ketika masih kecil, warnanya hijau (atau agak kekuningan seperti Kroten). Cangkangnya pun sedikit lunak. Ketika RES semakin besar, warnanya berubah menjadi semakin gelap dan garis merahnya pun mulai memudar. Perhatikan perbedaan warna kura2 kecil dan kura2 besar dibawah ini: (walaupun Kroten, si kecil, akhirnya tumbuh jadi warna kuning bukan gelap seperti kame, si besar)
RES tergolong kura-kura air tawar. Mereka tidak memiliki air liur sehingga mereka memerlukan air untuk menelan makanannya. Walaupun disebut kura2 air, tapi mereka cukup kuat hidup di darat hingga berhari-hari. Jika mereka menemukan makanan di darat. Mereka akan mencari air untuk menelannya. Kura2 tidak mempunyai gigi, tapi mereka memiliki paruh yang kuat untuk memotong sayur dan daging. Saya ssebelumnya sudah menulis tentang efek dari gigitan kroten disini.
Pengukuran dan Umur

Copyright belongs to redearslider.com
Pengukuran panjang kura2 dilakukanTANPA mengikuti lekuk karapasnya. Gunakan penggaris plastic untuk mengukurnya karena penggaris plastik tidak mengikuti lekuk kura2.
Kura2 yang baru menetas, biasanya berukuran kurang lebih 1 inchi (2,5 cm). setelah setahun ukurannya menjadi sekitar 2-3,5 inchi (5-9 cm). Kura-kura jantan dianggaptelah matang seksualnya ketika mencapai ukuran 4 inchi (10,5 cm) dan betina pada ukuran 5 inchi (13 cm). Kura2 dewasa bisa mencapai ukuran 7 – 9 inchi (17,8 – 22,8 cm) dan betina bisa mencapai 10 – 12 inchi (25 – 30,5 cm). Saat ini, Kame berukuran 18 cm dan berumur 4 tahunan (tulisan edisi khusus ulang tahun Kame bisa dilihat disini); kroten berukuran 16 cm dan umur sekitar 2,5 tahun dalam peliharaan saya, tidak jelas umurnya berapa ketika masih di toko hewannya.
Catatan penting: Ukuran tidak bisa dijadikan patokan umur, namun kura2 peliharaan biasanya tumbuh lebih cepat daripada kura2 liar. Hal ini biasanya disebabkan karena kura2 peliharaan tidak melakukan hibernasi dan pemberian makan yang terlalu banyak. Makan yang berlebihan dapat membahayakan kura2. Silakan baca pola makan yang baik disini.
Jika dirawat dengan baik, RES peliharaan bisa hidup hingga 40 tahun (sementara RES liar umumnya hanya mencapai 20 tahun). Oleh karena itu, persiapkanlah diri anda untuk merawat mereka selama itu, jika tidak siap maka pikirlah kembali sebelum membeli kura2.
Jantan atau Betina?

Plastron melengkung ke dalam BUKAN jaminan
Jika anda pernah tertipu penjual kura2 dalam membedakan RES jantan dan betina…anda tidak sendiri!! Saya pun pernah tertipu. Ntah pedoman dari mana yang mereka pakai, yang pasti teori jantan betina mereka salah besar!!
Dulu teman sy melihat acara di TV yang mengatakan kalau kura2 Jantan itu memiliki plastron yang melengkung ke dalam (saya pun pernah melihatnya di buku cara merawat reptile, terbitan orang Indonesia yang sy lupa namanya) dan betina memiliki plastron yang datar sebagai ruang menyimpan telur. Ciri2 ini tidak 100% salah, tapi sangat tidak tepat diterapkan pada kura2 kecil. Bentuk plastron baru menjamin jantan atau Bettina ketika kura2 tesebut sudah cukup besar. Ketika masih kecil, plastron bukanlah patokan jenis kelaminnya.
Saya sempat dibuat bingung apakah kame betina atau jantan, bahkan saya membeli kroten atas dasar yang sama…berharap dapat jantan tapi ternyata kroten pun sama betinanya dgn kame.
Plastron tidak bisa dijadikan penentu jantan atau betina kecuali jika RES-nya sudah dewasa.
Secara ukuran tubuh, Jantan memiliki tubuh yang lebih kecil daripada betina.
Lihat foto di bawah ini!
Copyright belongs to redearslider.com
Betina memiliki cakar depan yang lebih pendek daripada jantan. Ekor betina juga lebih pendek daripada jantan, kloakanya pun lebih dekat ke pangkal ekor.

Ukuran ini terlalu kecil untuk menentukan jantan atau betina (Copyright belongs to redearslider.com)
Secara umum, kematangan seksual RES ditentukan oleh ukurannya. Anda harus menunggu hingga ukurannya mencapai 4 inchi (10,5 cm) untuk dapat menentukan jenis kelaminnya. Tidak mudah untuk menentukan jenis kelaminnya jika berukuran dibawah 10 cm. Ukuran tersebut biasanya dicapai setelah usia 2 hingga 4 tahun.
RES jantan yang lebih tua terkadang memiliki tampilan lain yang mencirikan bahwa RES tersebut adalah jantan, seperti hidung yanglebih panjang dan plastron paling bawah yang agak melengkung kedalam. Namun kedua ciri ini tidak bisa dijadikan patokan pasti saat RES masih muda.
Ini cakar/kuku Kame dan Kroten.  Kedua RES saya adalah betina.
Semoga infomasi ini berguna bagi para pemilik RES dan untuk info lebih banyak lagi, silakan klik icon informasi perawatan kura-kura di atas.

sumber : sumber

Tips pemilihan dan pemeliharaan kura-kura





Banyak remaja menyenangi kura-kura air karena penampilannya unik dan lucu.

Kura-kura air hidup di sebagian besar belahan dunia, daerah subtropis maupun tropis baik air tawar maupun air laut. Kura-kura air berbeda dengan jenis kura-kura lainnya, yaitu pada cangkang (shell) atau gelambir (semacam sirip) di kaki.



Di habitat aslinya, kura-kura air menjalani proses hibernasi (“tidur” dalam jangka panjang) sebagai antisipasi dari adanya musim yang ekstrim, yaitu dengan merendamkan dirinya dalam lumpur selama kondisi ekstrim. Lain halnya dengan kura-kura air yang dipelihara dalam kandang, hibernasi tidak pernah dilakukan karena tidak ada lagi musim yang ekstrim. Makanan dan penghangat/pendingin sudah disediakan. Lagi pula dalam kandang tidak disediakan tempat yang cocok untuk berhibernasi.

A. Daya Tarik Kura-Kura Air

Yang menjadi daya tarik:

- tampak seperti hewan purba
- bagian tubuhnya dapat disembunyikan dalam cangkang

Penampilan kura-kura air memang unik dan lucu. Hewan air ini pun dapat hidup di daratan. Di bagian punggungnya terdapat cangkang yang keras dan berwarna indah. Cangkang inilah yang menyebab hewan ini disenangi sebagai hewan kesayangan.

Memelihara kura-kura air mulai menjadi trend di kota-kota besar Indonesia dalam beberapa tabun terakhir sejak diimpor dari luar negeri. Hobi ini merebak terutama di kalangan remaja. Di negara maju seperti Eropa dan Amerika, kura-kura air telah lama menjadi hewan peliharaan yang diperlakukan sebagai hewan kesayangan.

B. Jenis yang Disukai

Yang banyak dipelihara: mata-mata, alligator, kepala babi, galapagos kotak-kotak

Kura-kura galapagos (Geochelone elephantopus) dijuluki kura-kura raksasa berkaki gajah. Diameter cangkangnya mencapai 122 cm. Kaki depannya besar dan gemuk. Kulitnya berbintil-bintil. Walaupun besar, kura-kura ini jinak. Saat masih kecil, penampilannya kurang menarik.

Kura-kura kepala babi (Carettochelys insculpta) sering disebut labi-labi. Kepalanya memiliki moncong seperti babi. Ukurannya sekitar 40 cm dengan cangkang hitam. Setiap kakinya memiliki selaput renang.

Kura-kura kotak-kotak atau box turtle (Terrapene sp.) memiliki banyak jenis. Disebut box turtle karena cangkangnya berpola kotak-kotak. Di antara banyak jenisnya, ada beberapa yang sangat digemari sebagai hewan kesayangan, yaitu malaclemys terrapin (kura-kura berpunggung seperti intan), Cuora amboinensis (sering dikenal dengan bulus sawah),Terrapine carolina, Terrapine coahuila, dan Pseudemys scripta. Umumnya kura-kura kotak-kotak bertemperamen penurut. Perutnya berengsel melintang sehingga seluruh tubuhnya dapat dimasukkan ke dalam cangkangnya. Corak perutnya cantik, yaitu kuning bergaris-garis coklat. Cangkangnya cembung dengan pola kotak-kotak.

Kura-kura mata-mata hidup dan suka diam di dasar sungai atau danau yang dangkal di antara akar-akar tumbuhan air. Cangkangnya menyerupai tumhuhan air. Jenis ini memangsa binatang air.

Hidungnya panjang dan menyempit. Terkadang kura-kura ini suka menyembul ke permukaan air.

Kura-kura alligator merupakan jenis kura-kura air yang selalu tinggal di dalam air. Warna cangkangnya hijau kecokelatan menyerupai tumbuhan air dan senang menyamar (kamuflase) di habitatnya. Perilakunya unik dan lucu. Lidahnya kecil berwarna merah muda rnenyerupai cacing yang sering dijulurkan. Lidah tersebut untuk memancing mangsanya mendekat. Beratnya dapat mencapai 100 kg dan sanggup seekor itik sekaligus.

C. Kandang dan Perlengkapannya

Yang perlu diperhatikan:
- hindari pemakaian bahan kandang yang kasar dan beracun
- lengkapi kandang dengan kolam
- hindari pemakaian air yang sudah tercemar bahan beracun

Bahan kandang yang keras dapat melukai kaki dan bagian bawah tubuh. Sementara tipe dan luas kandang yang harus disiapkan tergantung jumlah, jenis, dan ukuran kura-kura air saat dewasa. Kandang harus dilengkapi dengan kolam seluas duapertiga luas kandang dan sepertiganya daratan. Daratan ini perlu dilengkapi dengan batu-batuan dan tanaman hijau sebagai tempat persembunyiannya. Bahkan kandang dapat dilengkapi “pantai berpasir” kalau pemeliharaannya ditujukan untuk perkembangbiakan. Sementara kolamnya dilengkapi kayu yang dapat mengapung agar kura-kura kecil dapat beristirahat di atasnya atau bersembunyi di sisinya.







Anak kura-kura yang baru menetas dapat dipelihara dalam akuariurn di dalam rumah (inrloor). Bahkan saat ini sudah dijual kolam artifisial dari bahan plastik yang liat dan tahan torehan. Kolam semacam ini hanya dikhususkan bagi anak kura-kura dan dapat dipindah-pindahkan menurut kesenangan pemeliharanya. Bila sudah mulai besar, kura-kura tersebut harus dipindahkan dalam kolam di kandang.

Tinggi permukaan air di dalam kolam atau akuarium diatur minimal seukuran panjang kura-kura yang akan dipelihara. Air harus bebas dari bahan beracun. Umuk itu, air dibiarkan dalam kolam atau akuarium selama 48 jam sebelum kura-kura dimasukkan ke dalamnya.

Agar sisa-sisa makanan dan feses tidak mengotori air kolam maka kolam sebaiknya dilengkapi dengan filter (penyaring). Untuk keperluan ini dasar kolam diberi susunan batu kerikil agak tebal. Selain itu, kandang sebaiknya diletakkan tempat makan dan minum yang dapat ditutup. Ini dimaksudkan agar makanan dan minumannya tidak mencemari air kolam.

Sinar matahari langsung akan kehilangan daya ultravioletnya bila harus melewati fiber atau kaca jendela. Bila sinar matahari tidak dapat langsung masuk maka kandang perlu dipasangkan lampu UV artifisial. Lampu ini dinyalakan selama 10—12 jam sehari pada waktu udara cerah atau 12—14 jam sehari pada waktu cuaca mendung atau gelap.

D. Makanan

Makarum utama: ikan, daging, cacing
Makanan tambahan: mineral kalsium, fosfor, dan vitamin D

Sebagai hewan peliharaan, kura-kura dapat menderita malnutrisi karena umumnya hobiis kurang memperhatikan jenis dan porsi makanan yang diperlukan. Banyak yang mengira kura-kura hanya makan tumbuhan, padahal ia pun makan daging. Memang kura-kura dewasa hanya makan daging saja, sedangkan kura-kura muda memakan tumbuhan dan daging. Perubahan perilaku makan ini terjadi setelah usia 2 tahun.

Makanan berupa daging, serangga, cacing, atau ikan mati jangan diberikan melalui air kolam karena sisa makanannya akan mencemarkan air kolam. Namun, ikan hidup dapat dimasukkan ke dalam kolam karena kura-kura dapat memburunya seperti di habitat asli.

Pemberian makanan tergantung besar dan umur kura-kura air. kura-kura muda biasanya diberi makan sekali setiap hari, sedangkan kura-kura dewasa (tua) cukup diberi makan 2—3 kali seminggu.

Makanan anjing atau kucing yang kering terutama berbahan atau beraroma ikan sangat baik diberikan karena kandungan zat nutrisinya lengkap. Apalagi makanan tersebut tidak berbau, bersih, awet disimpan, serta feses dan urine yang dihasilkan sedikit.

Terkadang makanan segar yang diberikan tidak selalu mengandung zat gizi berimbang. Agar gizinya berimbang, kura-kura dapat diberi makanan tambahan berupa tablet mineral dan vitamin, terutama kalsium, fosfor, dan vitamin D.

E. Pemeliharaan


Yang perlu diperhatikan:

- derajat keasaman air yang baik adalah pH 6—6,5

- kontrol terus kondisi tubuh kura-kura agar tetap sehat

1. Keadaan air kolam

Untuk memperoleh kondisi pH air yang baik, ke dalam air kolam dapat ditambahkan sedikit vinegars (minuman asam), baik bening maupun kecokelatan, dan garam non-yodium (satu sendok makan). Cara ini untuk mencegah dan membatasi berkembangnya mikroorganisme patogen.

Pengosongan dan pembersihan kolam atau akuarium perlu dilakukan sebulan sekali, terutama kolam atau akuarium kecil. Pembersihan total kolam yang luas dapat dilakukan 3—6 bulan sekali.

Suhu lingkungan dan suhu air diusahakan mendekati habitat aslinya. Suhu optimum bagi kura-kura adalah 22—27″ C. Suhu lingkungan rendah menyebabkan kura-kura hilang nafsu makan dan malas bergerak. Untuk mencapai kondisi suhu optimum, sebaiknya kandang diberi lampu listrik atau alat pemanas.

2. Problem kesehatan

Setiap pemelihara ingin melihat hewan peliharaannya tampak lincah dan gesit. Ciri-ciri kura-kura sehat antara lain rumah kokoh, kuat, bersih, mengilap, dan tidak salah bentuk; mata lebar, cemerlang, dan bersih; lubang hidung kering dan bersih; serta gerakan gesit terutama saat berenang. Sementara kura-kura yang sakit menampakkan kondisi yang berlawanan daripada kondisi sehat. Ada-pun beberapa gangguan kesehatannya antara lain sebagai berikut.

a. Mata bengkak

Defisiensi vitamin A menyebabkan sel-sel mata membengkak sehingga mata tampak melotot dan mengembung. Gangguan ini sering dialami kura-kura air peliharaan.

Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian vitamin A, baik disuntikkan maupun lewat mulut (disisipkan ke dalam mangsa atau makanan). Dosisnya adalah 2.000 IU per kg berat badan yang diberikan setiap minggu. Untuk mencegah infeksi dapat disuntikkan antibiotika Gentamycine dengan dosis 6 mg per kg berat badan setiap tiga hari sekali.

b. Rumah lunak, salah bentuk, dan rapuh

Rumah kura-kura yang digunakan untuk berlindung terus berkembang mengikuti ukuran tubuhnya. Mineral kalsium, fosfor, vitamin D, dan sinar ultraviolet sangat berperan dalam pembentukan rumah yang sehat, yaitu tidak lunak, tidak salah bentuk, dan tidak rapuh. Rumah rapuh pun dapat disebabkan infeksi jamur Tinea sp.

Untuk mencegah hal tersebut, pemberian makanan tambahan berupa kalsium, fosfor, dan vitamin D3, baik melalui suntikan maupun lewat makanan perlu dilakukan. Makanannya pun harus mempunyai kandungan gizi berimbang. Sementara infeksi jamur dapat dicegah dengan cara higiene dan sanitasi makanan, air kolam, dan lingkungan.

c. Penggumpalan telur

Penggumpalan telur ialah lengketnya beberapa telur sehingga menjadi sangat besar. Penggumpalan telur disebabkan oleh tidak seimbangnya zat gizi dalam makanan yang disertai defisknsi mineral.

Bila kondisi ini terjadi, kura-kura betina akan sulit atau tidak mampu mengeluarkannya yang akhirnya akan terjadi penyumbatan. Akibatnya kura-kura kura akan merejan, loyo, sangat lemah, gelisah, serta kaki dan tubuh selalu direntangkan.

Pertolongan dapat dilakukan dengan menarik telur-telur itu secara manual. Kalau terpaksa, lakukan penyedotan dengan spuit (ukuran agak besar, sekitar 20 ml) pada salah satu atau beberapa telur agar ada ruang untuk keluarnya telur.

Pencegahannya dilakukan menjelang atau selama musim kawin dengan pemberian makanan tambahan berupa mineral kalsium dan fosfor. Vitamin D pun perlu diberikan. Vitamin ini diperoleh dari sinar matahari atau sinar UV artifisial.

d. Infeksi alat pernapasan

Infeksi alat pernapasan merupakan perkembangan infeksi alat pernapasan bagian muka (hidung) yang menjalar ke alat pernapasan bagian tengah (trachea dan bronchus) dan kemudian terus ke alat pernapasan bagian dalam (paru-paru). Bila infeksi terus menjaiar ke kantong-kantong udara maka akan terjadi radang kantong udara. Ini terjadi kalau infeksi awal tidak diantisipasi secepatnya.

Gejala yang timbul adalah keluarnya ingus dari hidung, mata sembab, borsin, batuk, sulit bernapas (tampak bernapas lewat mulut), lemah karena nafsu makan hilang dan kekurangan oksigen, serta tampak tidak seimbang, miring, dan malah membentur dinding kolam saat kura-kura berenang.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika Ampisilin, Gentamisin, atau Enrofloxatin serta pemberian vitamin dan mineral, bai lewat suntikan atau lewat makanan cair.

e. Telinga bengkak

Infeksi alat pornapasan yang proses kesembuhannya tidak tuntas dapat menjalar ke dalam telinga sehingga terjadi radang telinga bagian dalam (otitis interna). Telinga menjadi sakit, bengkak, dan keluar nanah yang sangat berbau.

Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antibiotika seperti pada infeksi alat pernapasan. Selain itu, dapat dilakukan operasi yang banya dapat dilakukan oleh dokter hewan yang berpengalaman.

f. Septicaemia

Septicaemia merupakan peracunan di dalam darah akibat infeksi yang menyerang seluruh sistem tubuh atau oleh luka dalam. Luka dalam dapat menjadi tempat berkembangnya kuman tetanus.

Gejalanya ialah demam, suhu badan tinggi, terjadi pendarahan di bawah kulit, atau darah keluar dari hidung, mulut, dan kloaka. Penyakit ini dapat diobati dengan pemberian antibiotika Ampisilin, Gentamisin, atau Enrofloxacin.

g. Salmonellosis

Salmonellosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Salmonella sp. Infeksi sering terjadi melalui tercemarnya makanan atau air kolam oleh kotoran hewan yang mengandung kuman. Saat daya tahan kura-kura menurun maka kuman mudah menyerang. Penyakit ini bersifat zoonosis.

Pengobatannya harus dilakukan menyeluruh. Kandang, kolam, air, dan semua peralatan harus disucihamakan. Penderita perlu makanan cair melalui selang serta diberi antibiotika dan roboransia (vitamin dan mineral).

h. Mulut busuk

Mulut busuk (infectious stomatitis atau necrotic stomatitis) disebabkan jamur Candida albican. Gejalanya ialah air liur keluar berlebihan (hipersalivasi), pinggiran bibir dan mulut tampak merah atau terkadang terjadi perdarahan, adakalanya terjadi timbunan nanah kental menyerupai keju di dalam pipi atau gusi, mulut sangat berbau dan terasa nyeri, serta kehilangan selera makan.

Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat antijamur (mucostatin) dan roboransia. Selain itu, penderita perlu mendapatkan makanan cair melalui selang karet.

k. Paraphymosis, penile paralysis, dan prolapsus

Penis kura-kura berbentuk seperti bunga mekar kalau sedang ereksi. Kalau terlalu besar dan kulit kulupnya (preputia) berlubang sempit maka penis sulit ditarik atau didorong ke ruangannya kembali. Kejadian seperti ini disebut paraphymosis. Kalau keadaan ini tidak segera ditolong maka pembuluh darah akan terbendung dan penis akan berwarna biru kehitaman karena keracunan zat asam arang (CO ) di dalam darah yang terbendung.

Pembendungan ini pun dapat mengakibatkan kelumpuhan penis (penile paralysis), yaitu penis gagal berereksi. Kejadian serupa pun dapat berlangsung pada vagina yang disebut prolapsus. Untuk mengatasi kelainan ini perlu dioperasi oleh dokter hewan.

Sebagai pertolongan pertama, bila diketahui ada organ yang keluar dan tidak dapat kembali, usahakan agar organ tetap basah dan tidak tercemar kotoran. Agar tetap basah, organ dicuci dengan larutan NaCl fisiologis sebelum ditolong dokter hewan.

j. Pemotongan Moncong dan Kuku

Pertumbuhan moncong dan kuku kura-kura peliharaan umumnya tidak seimbang dengan pemakaiannya seperti di alam. Akibatnya perpanjangannya pun tidak seimbang sehingga dapat mengganggu aktivitasnya. Oleh karena itu, moncong dan kuku yang tumbuh berlebihan harus dipotong.

Pemotongan harus secara hati-hati oleh dokter hewan berpengalaman. Bila pemotongan tidak sempurna, pada moncong dan kuku akan terjadi pendarahan.

F. Membiakkan kura-kura Air

kura-kura jantan:
- tubuh lebih kecil
- kloaka jauh dari batas kulit “rumah”
- ekor lebih panjang dan pipih
- jari dan kuku kaki depan panjang

kura-kura betina:
- tubuh lebih besar
- kloaka sangat dekat dari batas kulit “rumah”
- ekor lebih pendek
- jari dan kuku kaki depan pendek

Saat musim kawin, penis jantan yang terangsang akan berbentuk seperti bunga. Penis berhentuk bunga ini dapat menarik perhatian betinanya. Penis inilah yang akan dimasukkan ke dalam vagina betina saat kopulasi.

Bila ada kura-kura yang sedang lapar dan naluri kanibalismenya muncul maka “bunga aneh” tersebut dapat dimangsanya. Oleh karena itu, diupayakan agar jangan ada jantan lainnya dipelihara dalam kandang yang sama.

kura-kura akan biasanya akan meletakkan telur-telur dalam lubang pasir atau tanah. Setelah diletakkan, telur ditutupi gundukan pasir setinggi 3—5 cm. Sebaiknya, telur tidak diusik hingga saatnya menetas (80—110 hari). Suhu lubang pengeraman tersebut harus 25— 30° C. Ada hipotesis bahwa jenis kelamin bergantung pada suhu lubang. Suhu 30° C dapat menghasilkan sebagian besar kura-kura red eared slider betina, sedangkan suhu 25° C sebagian besar menjadi jantan. Kalau suhunya konstan (27° C), telur akan menetas jantan dan betina dengan perbandingan 1:1. Fenomena ini tidak terjadi pada spesies lainnya.

Saat telur akan menetas, moncong atas bayi kura-kura tersembul ke luar untuk menggigit atau menggergaji kerabang telur sebagai jalan keluar.

Kelahiran tidak selalu sempurna, ada beberapa yang lahir prematur. Bayi prematur ditandai dengan kantung kuning telur menggantung di bagian bawah pusarnya. Bayi kura-kura yang pusarnya belum menutup sempurna masih dapat ditolong asalkan kantung kuning telurnya dijaga jangan sampai pecah atau dipotong. Kantung kuning telur tersebut merupakan persediaan makanan bagi bayi kura-kura hingga ia mampu mencari makan sendiri.

Sebagai rindakan pertolongan bagi bayi prematur dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut. Tempatkan bayi kura-kura prematur tersebut di tempat khusus. Lalu, balut kantong kuning telur dengan kasa yang dibasahi larutan NaCl fisiologis hingga isi kantong tersebut habis diserap oleh bayi kura-kura.

(Sumber: doveindonesia.wordpress.com)

Kura-Kura Brazil / Red Ear Slider

Informasi umum

Klasifikasi Biologi

Kingdom - Animalia
Filum - Chordata
Sub-filum - Vertebrata
Kelas - Reptilia
Sub-kelas - Anapsida
Order - Testudines
Family - Emydidae
Genus - Trachemys 
Spesies - T. scripta
Sub-spesies - elegans
Nama Trinomial - Trachemys scripta elegans

Daerah asal : 
bagian selatan Amerika Serikat

Ukuran normal : 
Jantan 17-25 cm
Betina 25-30 cm

Usia : 
25-30 tahun, bisa lebih tergantung pada perawatan

Fisik :

Memiliki semburat warna merah tepat di belakang matanya sehingga menyerupai telinga berwarna merah
Spoiler for head:




Mekanisme gerak leher melengkung maju dan mundur







Karapas (carapaece) adalah tempurung bagian atas yang berbentuk bulat dan halus.
Pada saat bayi bersifat lunak dan berwarna hijau cerah serta memiliki pola garis kuning dan hitam.
Semakin dewasa akan bertambah keras dan warna berubah semakin gelap






Plastron adalah tempurung bawah yang halus serta berwarna hijau kekuningan dengan pola yang unik





Paru-paru terletak pada punggung dalam kura-kura di sepanjang karapasnya 
dan letaknya juga tepat di atas isi perut atau organ dalam lainnya.
Pada kura-kura air, ada hubungan antara jumlah udara dalam kantung
panjang dan cairan disimpan dalam kandung kemih dan kantung kloaka.
Kura-kura mengaturnya untuk mengatur keapungan ke posisi yang diinginkan. 
Jika kura-kura air terkena radang paru-paru, kemampuan mereka untuk berenang atau menyelam langsung menurun.


Membedakan jenis kelamin, jantan memiliki cakar yang lebih panjang di kaki depan 
dan betina memiliki kloaka yang lokasinya lebih dekat ke pangkal ekor





Menyebutkan ukuran panjang kura




Tips Tentang Makanan Kura-Kura


Semoga Tips Tentang Makanan Kura-Kuraberikut bermanfaat 
Berikan suplemen makanan kura-kura untuk mendukung pertumbuhan

Memberikan suplemen berupa kalsium sangat penting bagi pertumbuhan kura-kura. Kalsium bubuk dapat ditaburkan di makanannya. Dianjurkan menggunakan suplemen kalsium yang mengandung vitamin D3 jika kura-kura dipelihara di dalam ruangan (indoor). Sementara untuk kura-kura yang dipelihara di luar rumah (outdoor) cukup diberikan suplemen kalsium tanpa vitamin D3. Dianjurkan untuk menyediakan tulang sotong (cuttlefish bone) agar dapat digerogoti oleh kura-kura.

Berdasarkan makanannya ada dua jenis kura-kura, yaitu jenis kura-kura herbivora dan jenis kura-kura karnivora. Makanan Kura-kura herbivora antara lain sayuran, di antaranya lobak hijau, dandelion, bayam, wortel, dan tanaman air, seperti selada air. Sementara itu makanan kura-kura karnivora : serangga, cacing, dan ikan. Makanan kura-kura yg instan juga baik diberikan kepada hewan kesayangan Anda tersebut. Anda bisa menemukan makanan kura-kura komersial di pasaran, seperti petshop atau supermarket. Sebaiknya pakan diberikan setiap hari.

Kura-kura yang malas makan biasanya disebabkan oleh stres, sakit, berebutan makan dengan kura-kura yang agresif, habitatnya yang terlampau dingin, makanan yang tidak cocok, atau menaruh makanan di tempat yang salah. Suhu juga turut berpengaruh terhadap ”mood” makan kura-kura. 
Pastikan suhu habitat cocok untuk jenis kura-kura anda. Suhu yang terlalu rendah membuat mereka malas makan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda perlu mendeteksi penyebabnya. Setelah penyebabnya diketahui, barulah dicarikan solusinya. 


Memacu nafsu makan kura-kura
Mungkin Anda pernah menemukan suatu saat kura-kura Anda malas makan. Untuk memacu nafsu makannya, berikut tips yang bisa dijalankan.
  • Jika kura-kura Anda merupakan kura-kura aquatik, taruhlah makananya di air. Kura-kura jenis ini akan membawa makanan yang ditemukannya di darat ke dalam air untuk dimakan. Ada beberapa kura-kura yang takut saat Anda memperhatikannya makan. Mereka tidak suka Anda berada di dekatnya waktu mereka sedang makan.
  • Jenis makanan tertentu mempengaruhi nafsu makan kura-kura. Anda harus pandai memilih makanan yang baik untuk kura-kura Anda. Coba berikan makanan hidup seperti cacing, jangkrik, ikan, kemudian perhatikan apakah makanan hidup tersebut mampu memacu nafsu makannya.
  • Anda juga bisa memberikannya makanan berupa pelet.
  • Letakkan beberapa pelet pada kotak kecil. Cara ini perlu dicoba berkali-kali hingga kura-kura mau memakannya.
  • Ikan salmon juga bagus diberikan kepada kura-kura. Namun ikan salmon dapat membuat air di akuarium/kolam menjadi berminyak. Oleh karenanya, jumlah dan frekuensi pemberiannya harus dibatasi.
  • Anda juga bisa memberikan sayuran dengan cara meletakkan daunnya terapung di atas kolam. Dengan demikian, kura-kura bisa mengunyah sayuran tersebut kapan pun mereka mau


Tidak semua kura-kura tumbuh dengan kecepatan yang sama. Ada beberapa faktor yang dapat menghalangi pertumbuhannya, antara lain adalah parasit internal, malas makan, makanan yang tidak baik, sinar yang tidak cukup, suhu terlalu rendah (dingin), atau sedang sakit. Agar kura-kura bisa tumbuh cepat maka pastikanlah suhu lingkungan sesuai dengan kebutuhannya. Pastikan lampu UVB (ultraviolet B) yang tersedia masih mengeluarkan gelombang UVB. Penjemuran di bawah sinar matahari juga bisa mempercepat pertumbuhannya. Hanya saja, yang perlu diperhatikan adalah overheating yang bisa menyebabkan kulit terbakar. Kemudian, periksa apakah kura-kura Anda masih mau makan. Hal ini dapat dilakukan dengan memisahkan setiap kura-kura di kotak lain saat diberi makan, lalu hitung jumlah makanan yang dimakan setiap kura-kura. Jika Anda telah melakukan pemeliharaan dengan baik, tetapi mereka tetap tidak tumbuh maka ini menandakan kura-kura Anda mengalami masalah kesehatan, sakit, atau adanya parasit. Jika demikian maka segera bawa kura-kura Anda ke dokter hewan.

Penyakit pada Kura-kura dan Pengendaliannya.


Ciri umum kura-kura yang sakit dapat dilihat melalui matanya yang sayu, tidak segar dan kotor, bau kotorannya jauh lebih menyengat daripada biasanya.Kura-kura yang sakit juga tidak tampak aktif seperti biasanya.

Cara sederhana untuk membedakan kura-kura yang tidak aktif karena sakit atau pemalu. Saat dijemur kura-kura yang pemalu biasanya akan menjadi aktif dan jalan-jalan, sedangkan kura-kura yang sakit akan tetap diam.


Ciri umum kura-kura yang sakit dapat dilihat melalui matanya yang sayu, tidak segar dan kotor, bau kotorannya jauh lebih menyengat daripada biasanya.Kura-kura yang sakit juga tidak tampak aktif seperti biasanya.
Cara sederhana untuk membedakan kura-kura yang tidak aktif karena sakit atau pemalu. Saat dijemur kura-kura yang pemalu biasanya akan menjadi aktif dan jalan-jalan, sedangkan kura-kura yang sakit akan tetap diam.

Ada langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kura-kura terserang penyakit yaitu :


Suhu kandang dijaga sekitar 30 C, Suhu kandang ini mampu meningkatkan suhu tubuh kura-kura sehingga efektif membasmi kuman penyakit dan sumber penyakit lainnya.
Khusus untuk kura-kura darat, kurangi kelembapan kandang agar tidak terserang ISPA.
Jika ada kura-kura yang sakit, segera karantina kura-kura yang sakit agar tidak menulari yang lainnya.


Beberapa penyakit kura-kura diantaranya mencret, pilek, leher bengkak hingga infeksi pernafasan.

a. Pilek
Terjadi akibat suhu turun dengan tiba-tiba atau kelembapan yang tidak terjaga.
Gejalanya muncul gelembung di hidung.
Penanganan :
Menjaga suhu kandang tetap optimal yaitu sekitar 30 C. Pengobatan dilakukan menggunakan obat tetes yang dimasukkan melalui hidung kura-kura. Obat tetes ini dapat di beli di Petshop.

b. Parasit dan cacing.
Ciri2 cacingan pada kura adalah diare dan muntah-muntah. Pada tahap selanjutnya menyebabkan kerusakan usus dan dapat mengakibatkan kematian.
Pengendalian dapat dilakukan menggunakan obat cacing khusus reptil. Obat ddapat diberikan secara oral atau di camppurkana dengan pakan.

Pencegahan : Memberi obat cacing setiap empat bulan sekali

c. Serangan Virus.
Gejala : Muncul flek berwarna putih di lidah kura-kura, dapat menyebabkan kelumpuhan
Pencegahan : Menjaga kebersihan kandang.
Serangan virus sulit diobati dalam jangka waktu singkat, pengobatan dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh, salah satu caranya dengan memberi infus.

d. Pyramiding.
Merupakan bentuk batok kura-kura yang menyerupai pyramid. Pyramiding membuat batok kura-kura terlihat menarik dan unik. Kondisi ini tidak baik bagi kura-kura.
Penyebab : Kura-kura terlalu banyak mengonsumsi pakan yang mengandung protein tinggi, misalnya dogfoood.
Akibat terburuk bagi kura-kura adalah ginjal kura-kura rusak sehingga umur hewan ini tidak panjang.
Penyakit ini tidak bisa diobati tetapi bisa dicegah dengan cara memberi pakan secara seimbang dan tidak memberikan pakan dengan kadar protein terlalu tinggi.

e. Penyakit Mata
Gejala : mata kura-kura tampak bengkak dan terjadi penumpukan kotoran dikelopak mata.
Penyebab : kekurangan Vitamin A
Penanganan dan Pencegahan :
1. Memberi pakan yang seimbang. Misalnya : memberikan vitamin yang dicampur ke pakan atau sayuran sebagai pakan selingan. Jika sudah parah dapat dilakukan suntikan vitamin A. Pengobatannya dilakukan menggunakan tetes mata atau salep antibiotik.

2. Penyebab lainnya adalah luka atau bisul di salah satu atau kedua telinga.
Penanganan : Operasi untuk mengeluarkan nanah
Langkah pengobatan ini sebaiknya dilakukan oleh DOKTER HEWAN.

3. Luka trauma akibat terbentur atau tertusuk benda tajam didalam atau di luar kandang.
Pengobatan : Obat tetes mata atau salep antibiotik. Jika penyakit sudah parah sebaiknya kura-kura dibawa ke dokter hewan terdekat.
Pencegahan :
Hobiis harus memiliki ruangan yang cukup bagi kura-kura untuk menyelam dan berenang dengan bebas. Batu dan dekorasi dengan ujung-ujung yang tajam harus dihindari karena akan menyebabkan luka dan infeksi.

4. Pasir atau benda-benda asing lainnya juga bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan pada mata.
Pencegahan : Singkirkan benda tersebut dengan memberikan obat tetes mata khusus untuk kura-kura dua kali sehari.


f. Metabolic Bone Disease (MBD)
Penyakit ini biasa menyerang bayi kura-kura
Penyebab : kekurangan kalsium dan Vitamin D3
Gejala : Karapas dan plastron menjadi lunak
Penanganan Memberi suplemen atau pakan yang mengandung kalsium. Penjemuran dan pemberian sinar UV B secara rutin juga harus dilakukan agar terjadi pembentukan vitamin D dan tempurung keras kembali.

sumber : sumber

Pemeliharaan dan Perawatan Kura-Kura

Dasar pemeliharaan

Kura-kura Brazil adalah hewan air, maka dari itu kita perlu menaruhnya di habitat yang nyaman dan dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhannya.
Jika kita tidak dapat menyediakan kolam di luar, maka akuarium adalah solusi terbaik untuk kura-kura brazil.

Kebersihan habitat harus selalu dijaga karena mempengaruhi kesehatan.
Kura membuang kotoran mereka ke dalam air, sehingga jika kita tidak menjaga kebersihan
habitat, maka akan menjadi sarang untuk kuman dan bakteri.
Penggunaan filter dapat dilakukan untuk mengurangi frekuensi penggantian air.
Hal lain yang dapat membantu jaga kebersihan akuarium adalah dengan menyediakan wadah terpisah
untuk memberi makan krn meminimalisir terjadinya endapan sisa makanan dan kotoran.

Ukuran akuarium disesuaikan dengan ukuran dan jumlah kura yang dimiliki.
Semakin besar akuarium, semakin baik, karena kura mengalami pertumbuhan cepat pada tahun-tahun pertama.
Dan ketinggian air yang disarankan adalah sekitar 1-2x panjang kura.
Berikan daratan yang dapat dijangkau dengan mudah, sehingga bisa memilih sendiri kapan mau di darat atau air.

Karena kura adalah hewan berdarah dingin, maka suhu air ideal adalah antara 20°C s/d 30°C.

Untuk menambahkan dekorasi pada habitat harus hati-hati.
Misalnya ingin menambah batu2an, harus memilih batu yang tidak tajam karena dapat melukai tempurung.
Lalu penambahan pasir atau tanaman plastik tidak disarankan, karena ada kemungkinan kura
akan memakannya dan dapat menyebabkan komplikasi usus yang serius, seperti prolapse
Pemasangan heater untuk kura yang sudah dewasa harus hati-hati dalam pemilihan lokasi,
karena peluang benturan kura, heater dan aquarium sangat besar.
Jika kaca pada heater pecah, dapat mengakibatkan kematian pada kura.

Menjemur kura
Kura sangat butuh berjemur karena dapat meningkatkan daya tahan tubuh, proses metabolisme pencernaan dan sintesa kalsium

Komponen yang dibutuhkan dari sinar matahari :
UV-A diperlukan untuk membantu pengelihatan kura.
UV-B diperlukan untuk proses sintesa dan metabolisme di tubuh.

Di alamnya, kura memperoleh semua kebutuhan vitamin D3 nya dari hasil reaksi kimia pada kulitnya, setelah terkena spektrum sinar matahari UV-B.
Satu senyawa terbentuk yang dikenal sebagai provitamin D (7dehydroxycholesterol -7DCH).
Setelah itu diubah menjadi vitamin D oleh suhu.
Penyediaan UV-B dengan suhu jemur (basking) yang cukup sangat penting jika ingin proses ini berjalan dengan baik


Perlu diketahui jika sinar matahari harus langsung kena tubuh kura, krn jika melalui suatu media (kaca, plastik dll), yang lewat hanya panas saja.
Paling ideal adalah menyediakan tempat berjemur di habitat kura, baik itu dipelihara di akuarium atau di kolam.
Jika dipelihara indoor atau habitat outdoor tidak kena sinar matahari, lebih baik disediakan waktu untuk menjemur kuranya.
Bisa dengan di lepas di taman atau diletakkan suatu wadah dan diberi air (cukup setinggi plastron).
Waktu penjemuran cukup 15-20 menit dan jika terlalu lama dapat menyebabkan kura dehidrasi atau bahkan kematian.

Jika ingin menjemur keringan tanpa air, waktunya harus lebih pendek, karena wadah akan ikut menjadi panas,
sehingga kura akan semakin kepanasan.
Atau jika khawatir, dapat ditambahkan sedikit tutup pada wadah berjemur, sehingga kura dapat berteduh jika kepanasan.

Alternatif lain jika tidak sempat menjemur, dapat menggunakan lampu khusus reptil yg memancarkan uv-a dan uv-b.

Pemberian pakan Kura-Kura

Kura Brazil termasuk hewan omnivora atau pemakan segala.
Tetapi dalam pemberian pakan harus divariasi jenisnya agar nutrisi bagi kura-kura terpenuhi.
Kura bayi biasa lebih suka memakan daging-dagingan (biasanya mengabaikan sayur)
dan lebih baik seperti itu karena kandungan gizi lebih banyak.
Sedangkan kura dewasa biasanya memakan hampir semua jenis pakan yang diberikan.


Berikut ini, merupakan beberapa variasi pakan yang dapat diberikan :

Sayuran
Sedapat mungkin kura dipaksakan untuk mau makan sayuran, karena dapat memberikan keseimbangan antara kalsium dengan vitamin A dan K.
Kekurangan vitamin K dapat mengganggu kerja bakteri di usus yang kemudian ditandai dengan mulut berdarah.

Beberapa jenis sayur yang dapat diberikan :
Kangkung, kacang polong, labu, daun selada, ubi jalar, tomat dan wortel

Sayur yang tidak dapat diberikan karena kandungan fosfor atau protein tinggi :
Brokoli, kubis, jamur, bayam, kacang tanah, seledri

Pelet
Pelet merupakan makanan yang paling mudah untuk diberikan dan dapat dibeli dibanyak tempat.
Namun pemberian pelet harus dibatasi dan diselingi oleh pemberian makanan yang lain, karena mengandung protein yang tinggi.

Merk pelet yang ada di pasaran


Buah
Kura juga menyukai buah, namun pemberiannya tidak boleh terlalu sering karena dapat menyebabkan sering buang air besar.
Beberapa jenis buah yang dapat diberikan :
Pepaya, apel, pisang, melon, semangka, anggur, strawberry dan pear.

Serangga dan cacing
Beberapa jenis serangga juga disukai, sesekali makanan ini boleh diberikan, seperti :
Jangkrik, cacing tanah, laron dan ulat hongkong.


Jenis pakan yang harus dihindari adalah daging sapi, daging ayam, ikan laut, karena dapat menyebabkan
kegemukan dan dapat menghambat penyerapan nutrisi, juga bisa mengandung virus salmonela

Selain itu ada beberapa jenis ikan yang dilarang diberikan (plg umum di sini jenis ikan mas, karena mengandung enzim Thiaminase,
yang dapat menurunkan fungsi atau bahkan merusak fungsi vitamin B1.
Vitamin B1 sangat penting untuk proses metabolisme tubuh.
Untuk lengkapnya, dapat dibaca di Thiaminase

Kura yang sehat yang akan selalu minta makanan, tetapi harus dibatasi karena dapat menyebabkan overfeeding.
Protein yang berlebihan menyebabkan pertumbuhan yang sangat cepat, kematangan seksual terlalu dini,
pyramiding (bentuk karapas yang menguncup), dan bahkan kegagalan fungsi organ dalam.
Selain itu, kegemukan akan menyebabkan kura susah bergerak dan kesulitan memasukkan organ tubuh ke dalam tempurung

Pemberian pakan yang ideal adalah sehari dua kali dengan porsi kecil.

Cara Merawat Kura-Kura Baru

Yang harus dilakukan setelah membeli kura baru adalah memastikannya dalam kondisi sehat.
Karena kita memelihara kura semi-aquatik di dalam air yang merupakan media penularan penyakit yang baik.
Lebih baik dikarantina dahulu selama beberapa hari agar jika membawa virus tidak menular ke kura lama.

Jika kura belum mau makan bisa karena masih penyesuaian dengan tempat baru,
coba terus berikan pakan sampai mau atau variasikan dengan pakan yang lain.
Pemberian pakan dapat dilakukan 2x sehari (pagi dan sore).
Apabila setelah beberapa hari tetap menolak makan dan kondisi kesehatan menurun dengan gejala lemas atau
mata menutup, besar kemungkinan kura dalam kondisi sakit.

Untuk kura baru juga perlu direndam dalam larutan obat anti jamur (tidak perlu sampai pekat),
karena kondisi air dan habitat di seller yang bisa saja terjangkit jamur.
Hal ini untuk antisipasi agar tidak menular ke kura lama kita.

Setelah kondisi kura sudah pasti sehat, dapat dicampurkan dengan kura yang lain.
Tetapi harus diawasi, bisa terjadi ada penolakan dari kura lama atau kura baru memiliki sifat agresif.
Kemungkinan terburuk bisa saling melukai yang berakibat terburuk kehilangan anggota tubuh, bahkan kematian.
Jika terlihat dapat membaur, maka kura tersebut dapat hidup bersama dan tetap berikan perhatian selama beberapa hari.

Cara membersihkan tempurung

Hal yang harus dilakukan terhadap sejumlah kecil lumut pada tempurung
kura adalah menyiapkan sikat gigi bekas dan air yang hangat dan bersih.
Kemudian peganglah kura tersebut sambil membilasnya dengan air hangat (jangan memegang
kepalanya, tempurungnya saja).
Pastikan menyikat hingga bersih namun tidak kasar agar tempurung tidak terluka dan infeksi.
Jika lumut tidak bisa hilang setelah disikat agak lama, bisa diulang lain waktu, karena terlalu lama
menyikat dapat menyebabkan stres.
Bila Anda melihat tempurung kura terkelupas sedikit, itu hanyalah bagian dari proses
shedding (ganti kulit), yang merupakan proses normal pada reptile, dan Anda dapat
sesekali menyikat tempurungnya agar prosesnya terbantu.